Books
Whatever You Think, Think the Opposite
Friday, 23 October 2009 18:02    PDF Print E-mail

Whatever You Think, Think the Opposite - Paul Arden

Buku dengan cover super minimalis ini sangat menarik untuk dibaca, “Whatever You Think, Think The Opposite”. Paul Arden terkenal sebagai ahli dibidang advertising, seorang Executive Creative Director di Saatchi & Saatchi. Karya-karya Arden sebelumnya juga telah dianugerahi best seller, “It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be” dan “God Explained in a Taxi Ride". Melalui bukunya kali ini Paul Arden mengajak untuk think outside the box, dan di setiap artikelnya dihiasi dengan ilustrasi menarik untuk mempertegas maksud dari pikirannya yang ia tuangkan ke dalam kata-kata. Menjadikan buku ini berbeda dengan buku self-motivating lainnya.

 
The Kite Runner
Friday, 23 October 2009 18:00    PDF Print E-mail

The Kite Runner - Khaled Hosseini

Novel ini adalah novel perdanan Khaled Hosseini. The Kite Runner adalah kisah tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang sampai sekarang masih menyimpan duka. Di Kota Kabul, akankah amir menemukan kebahagiaan yang akan menyapu kesedihannya?

 

 
Outliers
Friday, 23 October 2009 17:58    PDF Print E-mail

Outliers - Malcolm Gladwell

Biasanya kisah-kisah tentang orang-orang yang amat sangat sukses menonjolkan faktor kecerdasan dan ambisi. Dalam buku Outliers, Malcolm Gladwell mengemukakan bahwa kisah sejati tentang sukses benar-benar berbeda dengan apa yang biasa kita baca, Malcolm Gladwell mengajak untuk dapat memahami dan meluangkan waktu lebih banyak untuk mengamati apa yang ada di sekeliling orang-orang sukses tersebut, misalnya keluarga mereka, tempat lahir, atau bahkan tanggal lahir mereka. Kisah di balik kesuksesan ternyata jauh lebih rumit-dan jauh lebih menarik dari pada apa yang terlihat di permukaan. Buku Outliers ini menjelaskan apa persamaan Beatles dan Bill Gates, kesuksesan luar biasa bangsa Asia dalam bidang matematika, keuntungan tersembunyi yang diperoleh bintang-bintang olahraga, mengapa semua pengacara New York memiliki riwayat hidup yang sama, dan alasan mengapa orang-orang genius tidak selalu sukses. Semuanya berhubungan dengan generasi, keluarga, budaya, dan kelas sosial.

 
For One More Day
Friday, 23 October 2009 17:54    PDF Print E-mail

For One More Day - Mitch Albom

Saat Charley Benetto masih kecil, ia diminta Ayahnya untuk memilih, ikut ayah atau ibunya?. Akhirnya ia memilih untuk ikut dengan ayahnya, tapi ketika Charley beranjak remaja, ayahnya meninggalkannya begitu saja. Charley akhirnya dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh. Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal, Charley malah berada di rumahnya yang lama dan menemukan bertemu dengan ibunya yang sudah meninggal delapan tahun lalu. Ibunya menyambutnya dan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Buku ini di tulis oleh Mitch Albom, penulis yang udah menelurkan buku - buku serupa tapi tak sama dengan judul Tuesdays with Mori dan Five people you meet in heaven. Buku ini bercerita tentang Chick Benetto, mantan pemain bisbol, yang dimasa tua-nya merasa gagal dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Dalam upaya bunuh dirinya itu, dia bertemu kembali dengan ibunya yang sudah meninggal dunia 8 tahun yang lalu. Bagaimana akhirnya sang ibu mengajarkan pada Chick untuk berdamai dengan masa lalu dan memaafkan dirinya sendiri.

 
The Tipping Point
Friday, 23 October 2009 17:50    PDF Print E-mail

The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference - Malcolm Gladwell

Tipping Point adalah saat ajaib ketika sebuah ide, perilaku, pesan, dan produk menyebar seperti wabah penyakit menular.
Sama seperti satu orang sakit dapat menyebabkan epidemi flu, begitu pula sentilan yang disasar dengan tepat dapat menyebabkan terjadinya tren fesyen, popularitas sebuah produk baru, atau menurunnya tingkat kriminalitas secara drastis.
Buku bestseller dari Malcolm Gladwell ini mencoba menyelidiki dan secara brilian menjelaskan fenomena tipping point, telah mengubah cara berpikir orang di seluruh dunia tentang memasarkan suatu produk dan menyebarkan ide. Gladwell memperkenalkan pada tipe - tipe kepribadian orang yang secara alami bisa bertindak sebagai penyebar ide dan trend baru, orang - orang yang menciptakan fenomena word of mouth. Malcolm Gladwell menganalisis tren - tren dalam dunia mode, merokok, acara televisi untuk anak - anak, direct mail, dan hari - hari pertama Revolusi Amerika untuk menemukan petunjuk - petunjuk tentang cara membuat sebuah ide menjadi sangat menular. Ia juga mengunjungi sebuah komunitas religius, sebuah perusahaan teknologi tinggi yang sukses, dan salah seorang penjual terbesar di dunia untuk menunjukkan cara memulai dan mempertahankan epidemi social, dalam bukunya Tipping Point.

 
The Five People You Meet in Heaven
Friday, 23 October 2009 17:46    PDF Print E-mail

The Five People You Meet in Heaven - Mitch Albom

Untuk Hard Rockers yang suka membaca novel berkategori Fiksi & horor, The Five People You Meet in Heaven bisa jadi pilihan. Bercerita tentang seseorang bernama Eddie yang bekerja di taman hiburan hampir sepanjang hidupnya, ia bertugas memperbaiki dan merawat berbagai wahana. Beberapa tahun berlalu, dengan rutinitas yang terus sama Eddie pun merasa terperangkap dalam pekerjaannya, ia merasa kesepian, dan berbagai penyesalan datang. Di umurnya yang ke-83, Eddie meninggal dalam kecelakaan tragis, saat ia mencoba menyelamatkan seorang gadis kecil dari wahana yang rusak. Waktu menghembuskan nafas terakhirnya ia merasakan sepasang tangan kecil menggenggam tangganya, dan saat ia bangun, ia berada di alam baka. Di tempat inilah ia bertemu dengan lima orang yang telah menunggu dirinya. Lima orang yang mungkin orang-orang yang dikasihi, atau bahkan orang-orang yang tidak dikenal, tetapi sudah mengubah jalan hidup Eddie selamanya, tanpa ia sadari.

 
A Million Little Pieces James Frey
Friday, 23 October 2009 17:42    PDF Print E-mail

A Million Little Pieces - James Frey

Million Little pieces adalah sebuah buku yang juga menjadi kontroversi, sebuah buku yang direkomendasikan oleh Oprah’s Book Club, Tapi kemudian diketahui bahwa buku yang awalnya adalah kisah nyata/biografi ternyata hanya khayalan sang pengarang. Namun buku ini sudah terlanjur best seller. Buku ini bercerita tentang pengalaman seorang James Frey selama 6 minggu di sebuah pusat rehabilitasi, setelah ia mengalami 23 tahun yang mengerikan karena narkoba dan alkohol. James Frey akhirnya keluar dari pusat rehabilitasi tersebut karena tidak cocok dengan metode disana dan akhirnya dengan keteguhan hatinya, ia bisa mengatasi kecanduannya dengan kekuatan pikirannya untuk menolak keinginan tersebut

 
Eat, Pray, Love
Friday, 23 October 2009 17:39    PDF Print E-mail

Eat, Pray, Love

Elizabeth Gilbert

Seorang Wanita Mencari Segalanya di Italia, India dan Indonesia

Eat, Pray, Love dikarang oleh Elizabeth Gilbert. Menceritakan tentang seorang perempuan di usia tiga puluh tahun, yang memiliki semua yang diinginkan, layaknya seorang wanita Amerika modern; terpelajar, ambisius, suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi hal ini tidak membuatnya bahagia dan puas, malah sebaliknya, menjadi panic, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.

Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.

Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spiritual.

Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan, yaitu bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.