|
Membengkaknya tagihan kartu kredit 2 bulan terakhir membuat saya sukses menjadi tahanan kota 2 long weekend terakhir. Saya ngga akan complain karena akhirnya 2 weekend panjang itu saya lewatkan dengan 2 kegiatan favorit nan sederhana: tidur dan nonton dvd. Tapi saya akan bohong dengan bilang kalau saya ngga sempat kelimpungan mencari ide spektakuler untuk menghabiskan 3 atau 4 hari libur begitu saja. Tepatnya mencari tempat menarik di luar kota yang ngga menghabiskan uang banyak. Kenapa harus ke luar kota? Iya ya.. kenapa ya? Jawabannya sudah pasti bisa ditebak, "Bosen ah di Jakarta gitu-gitu aja..". Apa iya ngga ada satu pun sudut di kota ini yang benar-benar bisa membuat suasana hati dan pikiran menjadi segar? Kalau dipikirin terus-menerus, yang ada kita malah semakin yakin kalau Jakarta isinya memang cuma mall doang. Hal ini diperkuat dengan salah satu obrolan di Powder Room yang membahas "Menurut lo, Jakarta atau Bandung itu terlalu banyak.. (titik-titik isi sendiri)..". Jawaban yang masuk lewat SMS tentunya ngga jauh dari berbagai keluhan tentang kota yang kita tinggali ini. Sampai-sampai Mira Tulaar yang waktu itu siaran membuat kesimpulan yang menurut saya sangat tepat "Jakarta terlalu banyak... dicela!". Kembali ke usaha saya menemukan ide segar menghabiskan long weekend, suatu malam di ruang komputer, mata saya tertuju ke arah 2 buku panduan travelling yang cukup tebal berwarna kuning dan ungu. Saya ambil yang kuning: Southeast Asia On A Shoestring. Saya buka bab tentang Indonesia, lalu mencari halaman Jakarta. Berbagai rekomendasi mulai dari museum sampai tempat hiburan ada di sana. Oke, mungkin yang kebayang museum-museum di sini ngga seartistik, sebersih dan seterawat museum-museum di Eropa, tapi ngga ada salahnya juga kan cek-cek ombak? Akhirnya saya menandai lokasi-lokasi yang namanya sering terdengar tapi selama ini cuma jadi angin lalu saja buat saya alias belum pernah ke sana! (tolong jangan dicela, haha!) yaitu Cafe Batavia, Toko Merah and Bugils Pub (di sini saya juga baru menyadari kalau selama ini saya mungkin terlalu sering pergi ke tempat hangout yang agak terlalu mainstream). Kalau hard rockers langsung berpikir, "Penjelasan di buku kan ngga selalu seindah kenyataannya, bisa aja tempatnya ngga nyaman, isinya turis doang, dan sebagainya", bener sih.. tapi hei, dimana jiwa berpetualang kita? Selesai mengumpulkan info-info menarik (termasuk yang di luar kota juga)saya pun dengan ngga sabar langsung menelepon teman baik yang saya tau benar interestnya kurang lebih serupa dan tentunya punya kejenuhan yang sama. Dia menyambut gembira, bahkan mengajak teman-teman yang lain ikut serta. And now we're looking forward for the next weekend though it won't be a long one! Bayangkan.. masalah selesai cuma dengan berusaha menempatkan diri kita sebagai pendatang yang terbuka dengan berbagai pilihan untuk menghabiskan waktu di Jakarta. Kok ngga kepikiran dari dulu ya? Yah.. gajah di pelupuk mata kan memang katanya susah terlihat! VIP is Very Interesting Places Cintai kota dengan segala keunikannya Sekar Pandan Wangi Program Director Hard Rock FM Jakarta. |